Selasa, 16 Februari 2016

Ridwan Firmansyah

Konsumen Cerdas


Ilustrasi

Menjadi konsumen cerdas? Penting gak sih? Ya itu penting! Apalagi melihat kondisi masyarakat kita sekarang yang cenderung bersifat konsumtif. Dan juga mengingat perkembangan teknologi akhir-akhir ini sangatlah pesat, dan itu memungkinkan transaksi jual-beli menjadi semakin mudah dan lebih berkembang.
Dengan berkembangnya teknologi dalam jual-beli tentu saja memunculkan banyak permasalahan-permasalahan baru. Dan yang paling marak belakangan ini adalah penipuan yang dilakukan oleh penjual kepada pembeli.
Untuk menanggulangi hal ini, kita harus bisa menjadi konsumen yang cerdas. Jangan mudah tertipu karena bonus yang menggiurkan atau harga yang murah. Karena biasanya barang atau jasa tersebutlah yang mudah menipu kita.
Pemerintah sebenarnya sudah menyusun Undang-Undang Perlindungan Konsumen, tapi bukan berarti kita menjadi lengah dan sepenuhnya menyerahkan hal ini kepada pemerintah. Kontribusi dari kita pun dibutuhkan, salah satunya menjadi konsumen yang cerdas.
Seperti kita lihat di berbagai lingkungan, banyak sekali masyarakat yang bertindak irasional saat akan membeli barang atau jasa. Mereka tidak mengedepankan asas prioritas, mereka hanya membeli suatu barang atau jasa karena beberapa faktor yang salah atau kurang penting. Contohnya:
  1. Berminat karena melihat produk atau merk barang atau jasa banyak digunakan
  2. Mengikuti tren
  3. Mudah tertarik karena iklan di media
  4. Melihat diskon atau bonus yang menggiurkan
  5. Karena gengsi

Bukan tidak mungkin apabila kita terus-terusan bersifat irasional akan berdampak buruk bagi kita. Dan dengan kata lain kita telah menjadi konsumen yang dibodohi. Tentu kita semua tidak mau hal itu terjadi, maka diperlukanlah perilaku konsumen cerdas.
Selain bertindak rasional saat akan membeli suatu barang atau jasa, kita juga harus bisa cerdas saat akan melakukan transaksi dengan penjual, sehingga kita tidak akan mudah tertipu dan menyesal dikemudian hari. Salah satunya adalah dengan lebih teliti saat bertransaksi, jangan tergesa-gesa atau takut bertanya kepada sang penjual. Kita harus memperhatikan beberapa point ini:
  1. Apakah sang penjual mempunyai catatan buruk dalam transaksi jual-beli sebelumnya atau tidak?
  2. Perhatikan sang penjual apakah dia mencurigakan atau tidak?
  3. Apakah produk yang akan kita beli sesuai dengan yang diterangkan atau tidak?
  4. Lihatlah keadaan produk apakah layak pakai atau tidak?
  5. Periksa lagi barang atau jasa setelah sampai di tangan kita, jangan sampai berbeda dengan kondisi barang yang kita pilih sebelumnya.
  6. Pastikan membayar sesuai dengan harga yang ditawarkan sang penjual atau yang tertera dalam label, tidak kurang ataupun lebih, agar tidak terjadi kecurangan. 

Jika enam point diatas sudah terpenuhi oleh kita, maka hasil transaksi kita pasti akan jauh lebih memuaskan dari sebelumnya. Baik itu dari sisi pembeli ataupun penjual.
Jangan takut menjadi konsumen cerdas! Karena dengan semakin berkembangnya dunia perdagangan, kita pun harus ikut berkembang menjadi konsumen yang cerdas.

Ridwan Firmansyah

About Ridwan Firmansyah -

Penggemar komputer dan internet. Mahasiswa Akuntansi semester akhir. Card flourish dan membaca buku adalah hobi saya.